Senin, 14 Oktober 2013

Ganti Rugi Lahan Masyrakat Tg Bandul Belum Terpenuhi
PT NSP Sudah Gledor Ratusan Hektar Lahan Masyarakat
KEPAU BARU (Rakyat Riau) – Sebahagian masyarakat Tanjung Bandul Desa Kepau Baru Kecamatan Tebing Tinggi Timur sampai hari ini masih menunggu ganti rugi lahan perkebunan yang masuk ke area PT Nasional Sagu Prima.  Parahnya, Masyrakat Petani tambah berang saat perusahaan melakukan pemerataan tanah dengan cara menggeledor/meluluhlantahkan semua tanaman sagu tampa ada persetujuan masyrakat pribumi disana.
                 Sebelum diratakan,  ratusan Hektar tanah masyrakat setempat penuh akan tanaman sagu yang sudah berumur tua, meski sebahagian lahan ada yang tergolong produktif ada yang tidak namun kembali kepada tujuan dan harapan masyarakat hasil tanaman tersebut untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Kini, harapan itu sirna karena ratusan ribu batang sagu telah musnah di ratakan oleh alat berat perusahaan yang begerak di bidang pengolahan sagu tersebut.
            Salah satu masyarakat petani di tanjung Bandul Syafrudin ini contohnya mengaku kecewa akan arogansi perusahaan sagu tersebut, lebih kurang 3000 batang sagu kini telah habis dan belum mendapatkan ganti rugi sepeserpun dari perusahaan, meski sudah mengikuti beberapa kali pertemuan syafrudin mengaku belum puas akan solusi yang diberikan perusahaan bahkan dirinya menuding perusahaan hanya bersilat lidah menyungguhkan ganti rugi tanah dan tanaman.
            “ Kita sambut positif jika memang perusahaan akan menganti rugi lahan yang pernah kami tanami kebun sagu, namun balik kembali kepada persoalan pembabatan secara sebelah pihak, perusahaan lebih duluan meluluhlantahkan tanaman sagu kami,sehingga kondisinya lahan sudah gundul,  kini seperti apa pembuktiannya jika memang perusahaan akan menganti rugi lahan dan tanaman tersebut sementara batang sagu sudah lenyap dilindas alat berat” ujar Syafrudin di dampingi Sandi dan rekan rekan masyrakat petani setempat kepada Rakyat Riau Selasa (8/10).
            Diteruskannya, jika ada niat baik perusahaan akan ganti rugi tersebut harus nya tidak main babat saja batang sagu kami, harusnya menunggu persetujuan atau sampai ada solusi yang disepakati antara masyrakat petani. masyrakat akan memberikan apresiasi kepada perusahaan kalau menunda pembukaan lahan di kebun masyrakat sampai ada persetujuan dan pengecekan terhadap jumlah batang sagu yang akan di ganti rugi. Langkah peluluhlantahan tanaman terkesan sangat arogansi dan sepihak, kalau seperti ini mana buktinya perusahaan akan bersahaja dengan masyarakat kedepanya, sebut syaf dengan nada emosi
            Sementara bagian Humas PT Nasional Sagu Prima Setio Budi Utomo saat di kontak tidak menapik akan adanya sisa ganti rugi lahan di Tg Bandul desa Kepau Baru. Bahkan dirinya tidak menepis bahwasanya hingga kini antara perusahaan dan masyarakat petani setempat belum menemukan kesepakatan dari persoalan ganti rugi lahan tersebut
            “ Memang benar masih ada persoalan ganti rugi lahan di tg Bandul namun perusahaan telah dahulu mengupayakan langkah langkah untuk solusi dari ganti rugi tersebut, ada Dua Item yang kita tawarkan ke Masyarakat, item pertama biaya untuk Lean clearing (LC) yang kedua biaya ganti rugi tanaman. Perusahaan juga menghintung ganti rugi dengan hitung perjalurnya Rp 15 Juta untuk lahan yang di sertai tanaman sagu cukup atau full, jika hitungannya tidak full maka akan disesuaikan dengan berapa isi tanaman saja” ujar Budi
            Menurut Budi, pihak perusahaan telah melakukan pendekatan kepada masrakat petani setempat bahkan sudah sampai melakukan pertemuan dengan aparat desa namun upaya tersebut belum menemukan titik terang sehingga menyisakan persoalan hingga sampai detik ini. namun kembali perusahaan akan terus mengambil upaya damai dengan tetap melakukan ganti rugi lahan masyrakat petani sehingga tidak ada yang saling dirugikan baik perusahaan dan masyrakat petani setempat.(ridon)

Rabu, 18 September 2013

BM




Belum Di Jangkau Pemerintah
Buta Aksara Masih Banyak di Desa Sesap
SESAP (Rakyat aRiau) – Sampai hari ini Program Pemerintah Pusat dalam memberantas Buta aksara belum tercapai maksimal, hal ini di buktikan masih banyaknya masyrakat di kabupaten Kepulauan Meranti seperti Masyrakat di Desa Sesap yang tidak  dapat membaca dan menulis.
            Desa Sesap yang mayoritas 80 persen di duduki masyrakat suku Akit ini memang terdata belum banyak yang mengenal huruf dan angka apalagi soal tulis menulis, akan hal ini mengakibatkan Sumber dayam Manusia (SDM) Masyrakatnya masih terhitung rendah dan jauh akan kesejahteraan dari segi perekonomian.
            Kepala Desa Sesap Salomon menyebutkan desa Sesap di huni lebih dari 600 kepala keluarga 80 persen diantaranya  merupakan dari suku asli Akit. Suku akit sesap yang terisolir menyebabkan rendahnya kesadaran untuk mengecap ilmu pendidikan sehingga menyebabkan banyak yang tidak memahami baca tulis atau buta aksara
              Mayoritas buta aksara di dominasi oleh suku akit desa sesap, terdata kebanyakan dari mulai usia 40 tahun hingga usia lanjut, hal ini sudah didata pula pemerintah daerah namun belum mendapat bantuan untuk guru sehingga belum ada proses belajar mengajar khusus buta aksara ini” ujar Kades
            Namun kades tidak menepis dari Koramil Tebing Tinggi melalui programnya pengetasan buta aksara telah ada berkontribusi dalam upaya mengetaskan buta aksara di desa Sesap.
            “ Selasa (16/9) kemarin baru saja kegiatan pelatihan bagi buta aksara di desa sesap dilakukan, ada 30 orang yang menjadi peserta saat itu. sedangkan tercatat untuk buta aksara di desa ada sekitar 60 orang lebih yang tidak mengetahui baca tulis ini” ungkap Kades.
            Dengan kondisi tersebut Kades berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui dinas terkait dapat memperhatikan kondisi masyrakat desa sesap saat ini, setidaknya adanya pelatihan secara rutin untuk melakukan proses belajar mengajar dalam rangka pengentasan buta aksara, selain itu agar dapat di bangun pustaka umum khusus bagi masyrakat desa Sesap dalam upaya menarik minat baca masyarakat suku asli.

Selasa, 20 Agustus 2013



TIM SK Pendistribusian BBM Meranti Di Nilai Tidak Berjalan Sesuai Harapan 
SELATPANJANG (Rakyat Riau) -  Meski telah di bentuk TIM untuk pendistribusian BBM jenis Premium untuk Lebaran DI Kota Selatpanjang dan sekitar namun kegiatan tersebut berbuntut kekecewaan dikarenakantidak berjalan maksimal sesuai dengan tujuan pemkab Kepulauan Meranti. Hal ini terjadi diduga salahnya mekanisme dan prosedur pihak ke tiga yang di duga tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan pengelolaan BBM.
            Tidak berjalan sesuai tujuan dan harapan pemkab dan masyrakat tersebut dikarenakan takaran/sukatan serta harga literan minyak masih tidak stabil. Bahkan harga tinggi di beberapa titik setingkat pengencer di kota selatpanjang masih berani menjual diatas Rp10 ribu/liter hingga Rp15 ribu/liter. Hal ini terjadi diduga salahnya  pengaturan dari TIM SK Pendistribusian minyak untuk lebaran selain itu tim yang di bekali SK oleh Kantor Disperindag Meranti ini juga nekat menjual kepada pengencer dengan harga cukup relatif tinggi hingga mencapai Rp 1,5 juta /drum atau 200 liter.
            Kondisi pendistribusian BBM makin tidak terkontrol saat ketegasan TIM dalam melakukan pendistribusian minyak sudah tidak dalam ambang yang di sepakati. Termasuk larinya minyak kepada pengencer pengecer tidak bertanggung jawab. Hal ini dianggap makin memperburuk keadaan dan jelas tidak sesuai dengan keinginan dan pencapaian dari program pemerintah meminta jatah tambahan minyak meranti untuk lebaran.
            Salah Satu anggota TIM pengelola BBM minyak Lebaran Syamsidir yang juga di kenal dengan Atan ini idak menepis kemacetan manejement bisnisnya rusak akibat banyaknya interpensi premanisme selatpanjang, namun pihaknya juga tidak mengelak pihaknya meraup keuntungan diatas harga drum yang ditentukan, masing masing keuntungan jual drum berpariasi mulai dari Rp 1,4,juta hingga Rp1,5 Juta/ drum padahal harga sesuai harga jual berlaku hanya Rp 1,3 juta saja.
            “ namanya bisnis tentu kita mencari keuntungan, masing masing pengencer ada yang sudi membeli dengan harga Rp 1,4 juta dan ada juga yang sudi membayar Rp 1,5 Juta ini syah syah saja,” Ujarnya  tidak memikirkan dampak penjualan minyak saat di komfirmasi Rakyat Riau Minggu ( 18/8) melalui selulernya.
            Terkait dampak/imbas dari penjualan tinggi dari TIM SK pendistribusian BBM Lebaran ini Atan juga tidak bisa memastikan harga dan tanggung jawab penjualan di lapangan, pihaknya hanya bertanggung jawab kepada Tujuh Pengencer Binaan yang di rincinya menjual minyak sesuai permintaan yakni Rp 8 ribu/liter. Sementara jatah 115 KL dari Pertamina hanya berbanding tipis dengan jaminan Kelangkaan dan harga enceran tetap minyak, karena Tujuh Pengencer Minyak binaan TIM ini hanya mampu mengencer dengan jumlah minim.
            “ Pihak kita hanya bertanggung jawab kepada Tujuh Pengencer binaaan selebihnya kita lepas tanggung jawab, untuk urusan harga penjualan dan kelangkaan itu sudah diluar sistim kami. Terlebih lagi adanya permainan mafia BBM yang mengganggu pihak kita sehingga diambil alih.adapun catatannya kami hanya berhasil menyuplai 200 drum saja” paparnya.
Tidak Berdasar Hukum Jelas  
             Kendati demikian saat ditanyakan asal usul bisnis BBM ini di mulai pihak Tim Penyuplai BBM lebaran Syamsidir Atan menyebutkan usulan proposal kepada Kantor Disperindag dan UKM Meranti tidak berbadan organisasian ataupun Bentuk PT ataupun CV yang berbadan hukum. Anehnya Usulan proposal itu hanya mengatasnamakan TIM penyuplai BBM jenis premium lebaran 1434 hjiriah saja tampa berdasar hukum seperti surat izin pendistribusian atau semacamnya.  
                        “ kita memberikan usulan proposal kepada Disperindag Meranti hanya mengatasnamakan Tim penyuplai BBM untuk lebaran1434 hijriah, tidak atas nama organisasi wartawan ataupun PT dan CV. Usulan ini untuk membantu kerja pemerintah mengatasi kelangkaan BBM” akunya
            Disebutkan Atan waktu konfrmasi berbeda sebelum lebaran menyebutkan anggota tim pendistribusian BBM Lebaran yang diberikan SK ada Lima orang yakni Ahamad Yuliar, Amin, Rudi, Syawal dan dirinya sendiri.   
            Menyangkut diserahkananya SK tugas pendistribusian kepada Tim pendisrtibusian BBM lebaran ini Sekretaris  Komisi II DPRD Kepulauan Meranti H Muhammad Adil SH angkat bicara Adil menegaskan telah terjadinya pelanggaran Hukum UU Migas dan Peraturan SEDM .
            “ jika kita memperhatikan jelas jelas tidak ada satupun peraturan yang membenarkan adanya mempihak ketigakan dalam penyaluran/ pendistribusian BBM, apalagi yang berhak mengencerkan minyak adalah APMS. Dalam kejadian ini sudah terjadi pelanggaran hukum terkait UU migas nomor 1 tahun 2013 tentang pendistribusian/ pengelolaan minyak serta peruntukan minyak. Selain UU Migas penugasan pengelolaan/pendistribusian BMM terhadap kelompok yang di kasi SK resmi itu juga menyalahi peraturan ESDM Nomor 72 tentang harga minyak dan pendistribusian BBM” Jelas Adil.
            Kalau terdapat penjualan minyak diatas 6500 adalah ilegal dan perlu disikapi serius semua pihak, apalagi dengan adanya pengalihan tugas kepada tim pendistribusi BBM lebaran ini juga tidak menjamin malahan ikut bermain menjual lebih tinggi dari harga yang sudah ditentukan. Ini kan namanya tujuan pemerintah semula tidak tercapai.
            “Kita dari Komisi II yang membidangi ini akan segera menganggendakan Hearing, dalam hal ini kita akan pertanyakan kepada SKPD Bersangkutan dan Tim pendistribusian BBM lebaran yang di berikan SK tersebut” tutup politisi partai Hanura yang juga Caleg untuk DPRD Provinsi Riau nomor urut 7 ini. (don)


Sabtu, 08 Juni 2013

Berlari di Atas Tual Sagu





*Promosi Wisata hingga Ke Mancanegara
Dinas Pariwisata Optimis Wisata Meranti Bisa Maju
SELATPANJANG (Rakyat Riau)  - Semua Potensi Wisata yang di miliki Kabupaten Kepulauan Meranti bakal akan di promo kan Pemerintah Kepulauan Meranti melalui Dinas Pariwisata setempat. Bukan main main  promosi akan dilakukan hingga keluar Indonesia melewati berbagai jalur salah satunya media masa.
            Potensi wisata mulai dari wisata kuliner, wisata bahari, wisata alam, wisata religi, dan wisata budaya di kepulauan Meranti siap di jual hingga ke mancanegera, bukan hanya berkoar saja dinas Pariwisata juga bertekat untuk meningkatkan sarana prasarana tempat tempat wisata guna lebih menambah nilai eksotika wisata tersebut.
            Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Arif kepada Rakyat Riau baru baru ini membenarkan adanya gebrakan baru dalam meningkatkan segala sektor wisata meranti tersebut, bahkan dirinya optimis beberapa tahun kedepan semua objek wisata yang ada dapat tergapai sehingga menambah nilai masukan bagi masyrakat dan daerah.
            “ Berbagai program dalam peningkatan dan pengembangan wisata Kepulauan Meranti ini terus dilakukan, berbagai usaha ke arah itu salah satunya ialah dengan melakukan promosi wisata meranti ke wisatawan lokal dan wisata mancanegera” ungkap Arif optimis terus melakukan gebrakan dari beberapa icon wisata meranti tersebut.
            Kadis menyebutkan icon wisata di meranti yang terdiri dari wisata budaya, religi, bahari, kuliner dan wisata alam yang ada mampu menerobos bangsa wisata dari dalam negeri dan luar negeri, tekat pihaknya ini sejalan dengan beberapa wisata yang telah menerobos mancanegera seperti wisata budaya atau Cina Town bertepatan di hari Imlek yang dilaksanakan setiap tahunnya.
            “ Promosi daerah dengan berbagai program secara bertahap terus dilakukan, seperti wisata bahari, budaya, religi, bahari, kuliner dan wisata alam. Salah satunya diantara wisata yang akan di kembangkan ialah Tasik Nambus (wisata alam) , Pasar Wisata ( wisata Kuliner), Cina Town (Wisata Budaya).  Ketiga program tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2014 yang akan datang” tuturnya.
            Hal itu dilaksanakan kata Arif lagi semata mata untuk mengenalkan wisata meranti dalam mengaet para wisatawam lokal maupun wisatawan mancanegara sehingga dengan perkembangan wisata yang maju nantinya juga akan berimbas kepada kemajuan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah Kepulauan Meranti.(don)






*Rangkul Bakat Pemuda
KNPI Taja Kejuaraan Exhibition Grasstrack 2013
SELATPANJANG (Rakyat Riau) – Dalam rangka menyalurkan bakat Pemuda di bidang balapan, Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Kepulauan Meranti akan menyelenggarakan ajang bergensi kejuaraan Exhibition Grasstrack tahun 2013. Kejuaraan perdana grasstrack ini akan di taja pada Sabtu dan Minggu 15-16 juni 2013 mendatang dan ikuti para rider Cross terbaik Meranti.
            “ Semua pemuda di Kabupaten Kepulauan meranti di undang dan diharapkan dapat berpartisipasi dalam kejuaraan Grasstrack ini. ajang ini nantinya akan menjadi kegiatan rutin dalam program KNPI dalam mencari bibit dan menyalurkan bakat pemuda Meranti kedepannya” ungkap Ketua DPD KNPI Jonny di dampingi sekretaris KNPI Rayan Pribadi serta Ketua Panitia Deddy Afrianto Ahad (9/6) di Kantor KNPI Meranti.
            Dikatakan Jonny, Kejuaraan Grasstrack ini akan di pusatkan di Selatpanjang bertempat di KNPI Cross Arena  Jalan Pelajar tepatnya di samping SMAN 3 Dorak kota Selatpanjang. ia juga menyebutkan akan banyak hadiah menarik dalam kejuaraan tersebut dapat di bawa pulang oleh para rider motor cross yang cukup mengeluarkan uang Pendaftaran hanya Rp 150 ribu.
             Seperti Juara I hingga juara III untuk kelas Campuran (modifikasi) masing masing akan mendapatkan uang tunai Rp 1  juta hingga 3 juta. sedangkan untuk kelas Standar (4 Tak) masing masing mendapatkan uang tunai Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta untuk juara I hingga juara III.tidak hanya itu saja semua pemenang berhak mendapatkan Piala plus Sertifikat juara.   
            “ Kejuaraan ini kita selenggarakan murni bertujuan memfasilitasi bakat Crosser  dalam menyalurkan bakatnya kepada hal positif. selain itu, untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan untuk lebih profesional di masa mendatang. Sementara harapan kita dapat memupuk silahturahmi pemuda dan para Crosser Meranti” terang Jonny.(don)