Jumat, 17 Mei 2013



# Taja Berbagai Lomba
BP3AKB Meriahkan Hari Anak Nasional
SELATPANJANG (Rakyat Riau) – Berbagai lomba mulai dari Mewarnai, Menulis Surat,Karya tulis ilmiah dan pidato yang diikuti oleh mulai tingkat TK hingga SLTA berlangsung lancar. Kegiatan yang ditaja oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Kepulauan Meranti itu dilaksanakan guna memperingati Hari Anak Nasional.
            Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti Dra Hj, Syarifah Zumah dalam sambutannya pada Hari Anak Nasional Selasa (14/5) mengatakan Anak adalah amanah dan karunia dari Allah SWT yang harus di jaga karena dalam dirinya melekat harkat,martabat dan hak hak sebagai manusia yang harus di junjung tinggi, dan merupakan potensi bangsa bagi pembangunan nasional, untuk itu pembinaan dan pengembanganya perlu dilakukan sedini mungkin dengan menyusun kebijakan yang berpihak kepada kepentingan anak.
            “ Setiap orang tua, keluarga, masyrakat, dan pemerintah bertangung jawab untuk menjaga dan memelihara hak asasi anak sesuai dengan ketentuan hukum dalam rangka penyelenggaraan perlindungan anak negara dan pemerintah, orang tua, serta masyrakat, bertangung jawab menyediakan fasilitas dan aksebilitas bagi anak terutama dalam menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan terarah, terus menerus dan berkelanjutan demi terlindungnya hak hak anak yang menyangkut masalah perkembangan, fisik, mental, spritual, sosial,maupun emosional termasuk hak anak dalam mendapatkan pendidikan” ungkapnya.
            Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan sebut Syarifah untuk menyalurkan aspirasi, kreasi, dan Ekspresi bagi anak anak yang mandiri dan kredibel dalam memperjuangkan hak hak anak sesuai dengan kompensi hak anak 1990 dan Undang undang perlindungan anak nomor 23 tahun 2002.
            Sementara Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Katerina Susanti Amkeb menyebutkan pelaksanaan kegiatan di pusatkan di Gedung Futsal jalan Banglas. Adapun lomba yang ditaja diantaranya lomba Mewarnai untuk tingkat TK, Lomba Menulis Surat Tingkat SD, Lomba Pidato Tingkat SLTP dan Lomba Karya tulis ilmiah untuk tingkat SLTA.
            Masing masing lomba ini sebut Katerina di lakukan penilaian tersendiri oleh Tim juri, diantara poin yang akan dinilai tim juri untuk lomba Mewarnai adalah Tata warna, Keharmonisan dan kebersihan. Untuk lomba menulis surat untuk Bupati yang dinilai ialah Penyajian Tulisan,Gaya bahasa, kesesuaian isi dengan tema lomba dan lomba Pidato ialah Lafal, Kelancaran, Kesesuaian isi dan materi.
            Khusus untuk lomba Karya tulis ilmiah bagi tingkat SLTA akan dinilai setelah masing masing sekolah mengatarkan ke panitia paling lambat pada 30 Mei 2013. Sebagai pemeriah dan penyemangat kegiatan maka bagi pemenang Satu hingga harapan Dua lomba akan di berikan Sertifikat Juara lomba dan Uang Tunai. (don)
Festival Kreatifitas Anak Akan Tutup Peringatan Hari Anak Nasional
SELATPANJANG (Rakyat Riau) - Hari puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Kepulauan Meranti di meriahkan Festival kreatifitas anak. Kegiatan yang bakal dilaksanakan pada Minggu (19/5) oleh BP3AKB berkerjasama dengan Forum PAUD dan Dinas pendididkan Meranti ini dipastikan akan berjalan meriah.
            Peserta Festival Kreatifitas anak yang terdiri dari murid hingga Pelajar se Kabupaten kepulauan Meranti ini masih dalam tahap persiapan pelaksanaan acara oleh panitia dari BP3AKB, Forum Anak dan Disdik Meranti. kendati demikian Panita setakat ini terus berkoordinasi untuk pelaksanaan hari H agar berjalan lancar dan sukses.
            Salah satu Panitia Festival Kretifitas dari Forum PAUD Kabupaten Kepulauan Meranti Suardi menyebutkan bahwasanya saat ini pihaknya terus melakukan berbagai persiapan acara pelaksanaan sampai dilaksanakan pada hari H nantinya.
            “ panitia terus melakukan berbagai persiapan tentunya persiapan ini dilakukan dengan berkoordinasi antara Forum PAUD Meranti dengan BP3AKB dan Dinas Pendidikan Meranti” ujarnya
            Sementara untuk tempat pelaksanaan Festival dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut belum dapat dipastikan. “  untuk pelaksanaan Festival ini masih ada dua tempat pilihan yakni di Taman Cikpuan jalan merdeka atau lapangan Futsal Jalan Banglas, kita akan putuskan dalam beberapa hari ini namun kita akan pastikan kegiatan penutupan hari anak nasional di meranti akan berjalan sesuai keinginan bersama” paparnya.
            Sedangkan dalam festival Kreasi Anak ini akan di taburi seni tari, dongeng,drama dan bermacam karya seni yang di tampilkan dari masing masing perwakilan sekolah di Kabupaten Meranti. (don)
#Terkait Penerbitan Akta Kelahiran
Tindaklanjut Surat Edaran Mendagri, Disdukcapil Tunggu Perbub
SELATPANJANG (Rakyat Riau) -  Sesuai surat edaran Kementrian Dalam Negeri atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 18/PUU-XI/2013 terkait akta Kelahiran tidak perlu menunggu penetapan Pengadilan Negeri maka Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kepulauan Meranti menunggu penyesuaian penerbitan Akta Kelahiran melalui Peraturan Bupati .
            Hal itu di ungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kepulauan Meranti Jonizar SH Kepada Rakyat Riau Senin (13/5) di ruang kerjanya. Dikatakannya putusan MK pada 30 April 2013 lalu yang menyatakan bahwa pasal 32 ayat (2) undang undang nomor 23 tahun 2006 tentang adminstrasi kependudukan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat .
             “  mengacu kepada surat edaran Kementrian Dalam Negeri ini untuk penerbitan akta kelahiran terhitung batas waktu melampaui 1 (Satu) tahun pencatatanya tidak lagi memerlukan penetapan pengadilan negeri tetapi langsung diproses oleh dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Kabupaten/kota” ungkapnya
            Di infokannya berkenaan dengan di terimanya surat edaran Kementrian Dalam Negeri tersebut pihaknya mengaplikasikan harapan masyarakat terkait sulitnya pembuatan akta kelahiran yang sebelumnya melalui penetapan pengadilan negeri di kabupaten Bengkalis  itu kini sudah terjawab sudah. “ Alhamdulillah tidak beberapa lama lagi masyarakat Kabupaten Meranti yang ingin dilayani untuk pembuatan akta kelahiran sudah dapat dilakukan langsung di kantor Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil di Selatpanjang ini, doakan saja semua mekanisme terkait penerbitan akta kelahiran di daerah meranti dapat berjalan lancer dan cepat” harap Jon
            Meski telah adanya surat edaran tersebut namun pihaknya mengaku tidak mau gegabah melakukan penerbitan, mantan Kadis Pasar dan Pertamanan Meranti tersebut akan meminta arahan dari Bupati Irwan yang kemudian  penerbitan akta kelahiran tersebut ada payung hukum tersendiri sehingga direalisasikan sesuai aturan
            “ Sebelum dimulai penerbitan Akta Kelahiran oleh dinas Capilduk, kita akan minta arahan pak Bupati Irwan terlebih dahulu, karena dalam hal ini sangat di pandang perlu termasuk penetapan harga administrasi Akta Kelahiran apakah di gratiskan atau ada biaya adminsitrasi Akta hal ini perlu dirapatkan. Bukan hanya itu kita juga akan memayungkan hukum penerbitan Akta Kelahiran kedalam Peraturan Bupati (Perbup) nantinya” paparnya.(don)
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Kesbangpol Taja Sosialisasi Pilgubri
SELATPANJANG (Rakyat Riau) – Tingkat partisipasi Masyarakat dalam memberikan hak Pilihnya dalam Pemilu baik ditingkat Nasional dan daerah kian tahun terus menurun. Agar meningkatkan minat kewajiban dan tanggung jawab masyrakat dalam memberikan hak pilihnya Maka Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau menaja kegiatan Sosialisasi di 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau khusus Pilgubri 2013 mendatang.
            Hal itu di ungkapkan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau Drs Riska Utama Spd saat sambutan dalam sosialisasi Pilgubri 2013 di Kabupaten Kepulauan Meranti Sabtu (11/5). Kegiatan yang dipusatkan di Ballrom Hotel Grand Meranti Selatpanjang ini turut di ramaikan peserta dari kalangan pengurus Partai politik, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, organisasi masyarakat, TNI, Polri, LSM serta Pemilih Pemula dari kalangan Pelajar.
              Dalam kesempatan itu Riska Utama menyebutkan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih bisa di sebabkan rasa jenuh atas janji janji politik serta melihat kenyataannya pemimpin tidak amanah akan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
            “ Tingkat partisipasi masyarakat rendah wajar saya kira apalagi baru baru ini kasus yang menimpa Bupati Garut dilihat secara nyata oleh masyarakat umum. Rendahnya partispasi itu bisa juga di akibatkan oleh minimnya sosialisasi pengetahuan terkait Pemilu. Makanya saat ini kantor Kesbangpol memprogramkan kegiatan sosialisasi ini kepada seluruh masyrakat kabupaten/kota se Provinsi Riau agar memilih secara cerdas sehingga menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab dalam menjalan roda pembangunan” sebutnya.
            Sasaran dan tujuan dilakukan sosialisasi ini terang Riska ialah untuk meningkatkan penyebaran imformasi di masyarakat, mendorong peningkatan Partisipasi masyarakat, meningkatkan pengetahuan oleh masyrakat terkait pilgubri.          
            Kepulauan Meranti kata Riska merupakan Kabupaten yang Ke 10 dalam tour sosialisasi Pilgubri 2013 yang telah dilaksanakan Kesbanpol Provinsi Riau. “ Meranti adalah kabupaten yang ke 10 dan masih tinggal 2 Kabupaten/kota yakni Rokan Hilir dan kota Dumai yang akan kita laksanakan sosiasilisasi Pilgubri".
            Sementara Sambutan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Irwan Msi yang diwakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Askandar mengatakan bahwasanya menjelang Pemilihan Gubernur Riau tahun 2013 saat ini suhu politik mulai memanas, akan hal itu Bupati meminta kepada semua Masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan dan mengatisipasi semua kejadian yang tidak baik agar helat Pilgubri nantinya dapat lebih baik terlaksana.
            “ Seiring meningkatnya suhu perpolitikan dalam menyambut Pilgubri 2013 ini saya mengajak kepada semua masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti untuk bersama sama menjaga kemanan dan dapat mengatisipasi kondisi yang terjelek sehingga Pilgubri nantinya terlaksana dengan baik,aman dan lancar” ajak Irwan. (don)


Senin, 25 Maret 2013


Warga Juling Desak Kejari Usut Kasus Gapoktan Fiktif
SELATPANJANG (Rakyat Riau) – Warga Juling selatpanjang meminta Kepala Kejaksaan Negeri Selatpanjang  untuk menindak lanjuti laporan warga terkait gabungan kelompok tani (Gapoktan) Indah Makmur yang diduga fiktif. Bukan hanya Ahmad Rodhi ( pembuatan gapoktan fiktif,red) yang diminta bertanggung jawab namun pejabat di dinas Pertanian meranti serta Lurah Selatpanjang Barat di kaitkan turut bertanggung jawab atas cairnya dana dari Program PUAP Pusat itu.
            “ kita jelas tidak terima karena dalangnya dodi (Ahmad Rosdi,red) sejauh ini masih melenggang kangkung, kita tidak ingin terjadi hal serupa maka kami akan meminta kejari selatpanjang untuk segera memproses laporan kami sehingga para pelaku tipikor ini dapat di hukum sesuai perundangan berlaku” ujar Zaenal salah satu warga yang juga korban penipuan kepada Rakyat Riau (24/3).
            Menurutnya, bukan hanya ahmad rosdi saja yang mesti bertanggung jawab namun pihak kelurahan selatpanjang barat serta kepala dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai pihak terkait di daerah juga mesti bertanggung jawab terlebih kita ketahui dari penuturan Ahmad rosdi bahwasanya uang Rp 100 Juta tidak genap di terimannya ada 25 persen di bagikan untuk jatah dinas pertanian dan sisannya 25 persen lagi untuk orang yang ikut meloloskan anggaran PUAP itu cair, ahmad rosdi hanya terima uang Rp 50 juta” ungkap zaenal
            Sementara Edy yang juga korban penipuan gapoktan mengaku telah mendatangi kembali pihak kejari selatpanjang, bahkan dirinya sengaja memastikan sejauh mana laporan warga juling di tanggapi pihak terkait tersebut.
            “ Baru baru ini kita kembali mendatangi pihak kejari di bagian pidsus, disana kita mempertanyakan sampai sejauh mana laporan atas gapoktan fiktif ini di tangani. Kita berharap laporan ini segera dinaikan kasusnya ketahap penyidikan oleh pihak kejaksaaan” sebutnya.
            Edi  juga berharap semua oknum yang melakukan korupsi uang negara di program PUAP pusat ini mendapat ganjaran setimpal sesuai perbuatannya apalagi jika terbukti pejabat dinas meranti dan lurah selatpanjang barat tersebut ikut bekerjasama dalam hal korupsi ini agar di pecat dari jabatannya, “  kami tidak menginginkan pejabat di meranti ini pejabat korupsi yang tidak banyak berbuat untuk membangun daerah, kita harap pak bupati juga ikut respon atas adanya kasus dana PUAP yang di kongkalikongkan oleh bawahannya” harap Edi.
            Kepala kejaksaan negeri selatpanjang Zainur Arifin Syah SH melalui anggota intel kejaksaan saat menerima kedatangan warga memastikan  semua laporan yang datang akan di proses secepatnya “ kita akan menjamin semua laporan termasuk laporan gapoktan akan di proses secepatnya, karena saat ini pihak kita sedang sibuk melakukan pemeriksaan beberapa kasus yang lebih dahulu masuk ke kantor jadi sabar saja ya pak” ungkap staf intel kejari tersebut. (don)             


SMAN 1 Berharap Masuk Penilaian Sekolah Adiwiyata
SELATPANJANG (Rakyat Riau) – Sekolah adiwiyata yang merupakan program dari kementrian lingkungan hidup RI ini terus di rebut dan di ikuti ribuan sekolah di indonesia termasuk SMAN 1 Selatpanjang.kriteria sekolah adwiyata satu persatu di lengkapi oleh sekolah papan atas di kota sagu tersebut.
            Kepala sekolah SMAN 1Selatpanjang H Syahrial SPd Baru baru ini mengatakan keseriusan pihak sekolah untuk menggaet predikat sekolah adiwiyata. Bahkan sejumlah fasilitas pendukung sekolah adiwiyata satu persatu di lengkapi.
            “ sekolah kita saat ini menargetkan masuk kepada sekolah adiwiyata, saat ini biodata sekolah ini sudah masuk ke dinas lingkungan hidup Provinsi Riau,  mudah mudahan saja sekolah kita dapat masuk dalam kriteria sehingga dapat di realisasikan usulannya kementerian lingkungan hidup RI” Ujarnya berharap
            Menurutnya, kriteria sekolah adiwiyata di SMAN 1 selatpanjang sudah hampir tercukupi seperti taman hijau, labor hidup, kebersihan serta materi pelajaran yang memasukan terkait kepedulian lingkungan sekitar juga sudah di masuk dan dijalankan.” Akan kita cukupi kriteria sekolah adiwiyata, mudah mudahan saja SMAN 1 Selatpanjang dapat masuk nominasi penilaian sekolah adiwiyata di kementrian lingkungan hidup RI” harapnya. (don)

Minggu, 04 Maret 2012




Bupati : Pelaksanaan Proyek Fisik Mesti mengacu Bestek

SELATPANJANG (Rakyat Riau) -Realisasi pembangunan proyek fisik di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dilakukan oleh rekanan  mesti mengekedepankan pelaksanaan proyek sesuai bestek. Jika telah mengacu sesuai bestek tentu akan menciptakan hasil sebuah pengerjaan yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama

            `harapan itu diungkapkan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, di dalam kunjungan kerjanya meninjau sejumlah pekerjaan proyek fisik tahun 2011 di daerah ini. Bupati menegaskan, Pemkab Kepulauan Meranti tidak ingin nantinya disalahkan oleh masyarakat atas rendahnya kualitas fisik proyek yang dikerjakan oleh rekanan.

“Hal ini harus menjadi perhatian oleh seluruh rekanan proyek fisik di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kami tidak akan menerima pengerjaan proyek rekanan yang dinilai sudah keluar dari ketentuan besaran teknis (Bestek) yang sudah ditetapkan. Jangan nanti penyesalan masyarakat muncul karena rendahnya kualitas proyek yang dikerjakan rekanan,” ingat Bupati Irwan.

Dikatakan Bupati, bila pengerjaan proyek fisik itu sudah dilaksanakan sesuai dengan bestek yang ditetapkan, maka diyakini proyek tersebut sudah berjalan optimal dan tidak menjadi masalah pada tahun berikutnya.

“Paling tidak pembangunan proyek fisik itu baru akan dibenahi lagi dalam waktu jangka panjang, tidak setiap tahun ditambal sulam. Karena kalau pengerjaan proyek itu memang dikerjakan sesuai Bestek, maka setidaknya baru akan dibenahi lagi dalam waktu 10 sampai 20 tahun kedepan. Kalau sudah menyimpang dari bestek, maka tentunya tidak akan bertahan lama,” ungkapnya.

Wajib Pasang Plang Informasi Proyek

Selain itu Bupati juga mengingatkan, semua proyek fisik yang dikerjakan oleh rekanan wajib memasang papan plang informasi lengkap tentang pelaksanaan proyek. Hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat sekitar pelaksanaan proyek tersebut bisa mengetahui, dan mengawasi kualitas pengerjaan proyek itu.

“Saya tidak ingin ada muncul istilah ‘Proyek Siluman’. Pemasangan papan Informasi proyek ini bertujuan agar masyarakat bisa ikut mengetahui perlaksanaan proyek pembangunan dilingkungannya, serta juga dapat mengawasi kualitas pengerjaan proyek tersebut,” tegas Bupati.

Beberapa proyek fisik yang intens menjadi perhatian pada peninjauan Bupati Irwan ke lapangan baru-baru ini, seperti pembangunan fisik semenisasi jalan yang terletak disebelah Kantor Bupati Kepulauan Meranti, penimbunan base badan jalan yang menghubungkan akses dari Dusun Semulut ke Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur dan jalan poros yang menghubungkan Kota Selatpanjang ke Kampung Balak Kecamatan Tebing Tinggi Barat.(don)

# Perlu Penertiban
Pasar Tumpah Imam Bonjol Ganggu Pengguna Infrastruktur Umum
Selatpanjang (Rakyat Riau) -  Pasar tumpah berlokasi di kisaran jalan Imam Bonjol Selatpanjang setiap paginya amat menganggu para pengguna jalan. Terganggunya para pengguna jalan tersebut diakibatkan keberadaan pasar tumpah ini memakan badan jalan umum tersebut.
            pukul 06.00 Wib hingga pukul 11.00 Wib pada waktu itulah operasi perniagaan di  pasar tumpah dimulai. Tidak kalah dengan pasar tradisional lainnya, pasar tumpah juga menjaja kan segala macam kebutuhan pokok sehari hari. Jadi tak heran jika pasar tumpah ini turut di minati oleh sejumlah masyarakat yang kebanyak dari suku Thiong Hoa.
            Beberapa diantara suka dengan keberadaan pasar tumpah ternyata lebih banyak yang merasa terganggu akibat operasi pasar tersebut. Hal ini dirasakan Para pengguna jalan yang melewati imam bonjol mulai dari simpang jalan Ismail hingga Simpang Jalan Kartini. Diantaranya mengaku keberadaan pasar tumpah perlu segera penertiban oleh pemerintah Daerah.
            Salah satu diantara pengguna jalan kepada Rakyat Riau menceritakan bahwa keberadaan pasar tumpah sangat tidak layak ada di sekitaran jalan imam bonjol. “ sagat tidak layak dan efektif keberadaan pasar tumpah tersebut di sekitaran jalan imam bonjol. Hal ini selain akan mngganggu para pengguna jalan juga akan menganggu keindahan dan kebersihan dilingkungan jalan tersebut”  ujar pendi warga Kampung Baru Selatpanjang Selatan.
            Di harapkan pendi, keberadaan pasar tumpah dapat secepatnya menjadi perhatian pemerintah daerah terkhususnya dinas pasar Meranti. paling tidak dapat ditertibkan para pedagang yang berjualan tersebut lalu dicarika solusi bagi para pedagang untuk pemindahan ke pasar sandang pangan atau pasar baru. Harapnya.
            Menurutnya tidak ada untungnya pasar tumpah tersebut di pertahankan, “retribusi pasar tersebut sejauh ini tidak jelas keberadaanya dan terindikasi di manfaatkan sekelompok tertentu saja. Ini sangat perlu di bidik oleh pemerintah yang selama ini kecolongan terkait retribusi pasar tumpah tersebut” pungkasnya. (don)
-----------------------


Usaha Ternak Lele Jumbo Mulai Banyak di Minati Masyarakat Meranti
MERANTI (Rakyat Riau) – Sebagai usaha sampingan, usaha ternak lele tidak kalah menjanjikan keuntungannya. Selain tidak begitu membutuhkan  modal yang besar, menghidupkan ikan lele ini juga tidak terlalu sulit baik mulai dari pembenihan hingga layak dipasarkan. Kegiatan usaha kecil itu saat ini sudah banyak dilirik para masyrakat di Kabupaten Kepulauan Mer anti terutama di kota Selatpanjang.
            Selain mengerjakan pekerjaan pokok sehari hari, Masyarakat mulai menitik  kearah kerja sampingan. Hal ini akan menambah waktu aktifitas kerja juga dapat membantu perekonomian keluarga dari keuntungan penjualan ikan ikan di pasaran. Budidaya benih yang di datangkan selain dari lokal sebahagian datang luar kota.
            Salah satu dari sekian pertenak lele jumbo, Rayan saat di jumpai Rakyat Riau di kediamannya jalan Mesjid Taqwa Gg Kemboja Selatpanjang, pemuda melayu itu  dengan nada lepas  mengatakan saat ini ternak lele miliknya sudah mencapai 6000 ekor benih dengan keuntungan yang lumayan.
            “ usaha ternak lele jumbo sudah saya jalani sejak kurang lebih satu tahun ini, mulai masuk pertama kali benih hanya 500 ekor dengan fasilitas satu kolam, seterusnya terus bertambah dan meningkat hingga berjumlah 6000 ekor dengan 6 kolam berukuran berbeda. Untuk hasilnya lumayan menambah pendapatan keluarga” ujarnya optimis  usaha milikya akan terus berkembang besar
            Ungkapan yang sama juga dituturkan Hasdi warga jalan Kemuning Selatpanjang, peternak ikan lele yang juga berprofesi sebagai ABK salah satu Kapal di selatpanjang ini mengatakan. Usaha ternak lele saat ini di selatpanjang sudah mulai banyak di gemari dan menjamur di mana mana, dirinya juga tidak keberatan jika akan banyak lagi usaha ini diminati masyarakat. Karena disebutkannya keuntungannya sangat lumayan sekali. Dan tidak terlalu rumit dalam mengembang-biakan ikan lele.(don)
----------------
BERITA TIGA
Sektor Perkebunan Sagu Salah-satu Andalan Kecamatan T3
TEBING TINGGI TIMUR (Rakyat Riau) – Perkebunan sagu yang hampir menyelimuti sebagian dari luas wilayah kecamaatan Tebing Tinggi Timur membuat sektor ini menjadikan unggulan di kecamatan termuda di kabupaten meranti ini. Dengan keberadaan perkebunan sagu ini, kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu objek wisata di kabupaten Meranti.
            Keberadaan perkebunan sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Timur yang tersebar keseluruh desa desa jika mana dijadikan objek wisata akan sangat unik dan indah untuk dinikmati para pendatang dari daerah luar. Bukan hanya Perkebunan sagu namun kilang kilang sagu sebagai pengolahan batang sagu menjadi sagu ini juga turut sedap yang mempunyai nilai tersendiri jika di tontonkan kepada pengunjung daerah.
            Sekretaris Kecamatan Tebing Tinggi  Timur Helfandi SE Msi menyebutkan keberadaan potensi sagu yang dimiliki kecamatan Tebing Tinggi Timur  ini cukup layak dijadikan sebagai salah satu potensi wisata di Kabupaten Kepulauan Meranti.
            “ dengan potensi perkebunan dan penghasilan sagu terbesar di Meranti, kita berharap dapat nantinya kecamatan T3 ini di jadikan sebagai salah satu objek wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti” ungkap Pria yang kerap disapa Iin ini
             Dilanjutkannya,  salah satu daya tarik karena banyak hal yang tidak diketahui orang bagaimana pengolahan  pohon sagu (Rumbia) tersebut dapat menjadi suatu bahan makanan yang dapat di olah menjadi beragam jenis makanan yang lezat dan mempunyai nilai
jual tinggi. keunikan dan cirikhas makanan sagu dan tata cara pengolahan bahan baku sagu menjadi beragam jenis makanan dapat dijadikan sebuah potensi besar bagi objek wisata daerah di kabupaten meranti, kenapa demikian sagu mentah menjadi sagu jadi(mie sagu,
lempeng,tempoyak,sempolet) dan lain sebagainya merupakan ciri khas daerah ini sejak ratusan tahun yang lalu. Dan jika di nilai sektor ini sangat patut dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang menarik di meranti. sebutnya. (don)
-----------------------

# Mulai Pendataan Jamkesda
Kuota Untuk Kelurahan Selatpanjang Selatan 1745 Jiwa
SELATPANJANG (Rakyat Riau) – Untuk memastikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di peroleh bagi keluarga kurang mampu, Pemerintah kelurahan telah melakukan pendataan yang di perbantu oleh pihak RW dan RT dilingkungan Selatan. Adapun kelurahan Selatpanjang Selatan menerima jatah kuota sebanyak 1754 jiwa jaminan kesehatan.
            Hal itu di ungkapkan oleh Lurah Selatan H Karim HZ SH kepada Rakyat Riau Minggu (4/3) di Kediamannya. Di ungkapkannya lagi pihakya diperbantu pihak Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) saat ini terus melakukan pendataan terhadap keluarga kurang mampu yang berhak mendapatkan Jamkesda.
            “ untuk mendapatkan hasil dari kriteria yang wajib memperoleh Jamkesda, maka perlu harus dilakukan pendataan yang maksimal terhadap keluarga kurang mampu di kelurahan selatpanjang selatan. Saat ini pendataan tersebut tengah di jalani dilingkungan masing masing oleh RW dan RT. Dan diharap dapat terlaksana dengan baik” Ujar H. Karim.
            Kepada Masyarakat, lurah turut menghimbau agar dapat bekerjasama dan berpartisipasi dalam melancarkan pendataan. Sehingga berjalan cepat dan tepat. “ kita ingin semua proses pendataan terkait jamkesda di di wilayah selatpanjang Selatan berjalan cepat dan tepat dan hal ini sangat di perlukan kerjasama dan dukungan oleh masyarakat agar tercapai maksimal” harap Lurah. (don)
-------------------------
BERITA LIMA
# Bersumber dari Dana ADD 2011
Jembatan  Dusun II Teluk Ketapang Belum Juga Rampung
TELUK KETAPANG (Rakyat Riau) – Jembatan Penghubung yang berada di Dusun II Desa Teluk Ketapang sampai sejauh ini belum dapat di pergunakan masyrakat setempat. Belum di manfaatkannya jembatan tersebut dikarenakan pengerjaannya belum rampung. Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat di idam idamkan masyrakat setempat.
            Meski bersumber dari aliran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2011 yang memakan dana sebesar Rp 54 Juta belum dapat juga menuntaskan pengerjaan jembatan berukuran 3 x 10 meter tersebut. Alhasil masyarakat sangat kesulitan melewati akses jalan tersebut.
            Mantan Kepala Dusun II Airzurin kepada Rakyat Riau Minggu (4/3) kemarin menuturkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat diharapkan cepat selesai namun hingga saat ini kondisinya belum juga selesai di kerjakan. Padahal jembatan tersebut merupakan kebutuhan masyrakat dalam menyebrangi ke dusun I Desa Teluk Ketapang
            “ kita sangat berharap pengerjaan jembatan ini dapat di tuntaskan, sehingga fungsinya dapat di lintasi. Jembatan pancang itu adalah salah satu urat nadi penghubung antara dua dusun” ujarnya
            Dikatakanya lagi, untuk sementara masyarakat  jika mau menyeberangi harus melewati jalur sulit dan sangat tidak nyaman sekali dengan mnggunakan jembatan kayu lebar Satu meter, ” jembatan kayu sementara yang dibuat tidak begitu nyaman dilalui, karena sudah ada tiga kali yang terjatuh saat melewatinya” tutupnya .
            Sementara itu Kepala Desa Teluk Ketapang saat ditemui, tidak diketahui keberadaannya dan saat di hubungi melalui seluler miliknya juga tidak dapat terhubung (don) 

Minggu, 26 Februari 2012

                        KM Jelatik sebagai alat transportasi yang masih di minati masyarakat

Meski Ombak Tinggi, Para Nelayan Rangsang Barat Tetap Melaut

MERANTI (Rakyat Riau) – Kendati ombak tinggi mencapai 3 hingga 4 meter dari angin utara selat melaka masih belum usai, namun para nelayan asal Kecamatan Rangsang Barat masih tetap melaut. Keberanian melaut para nelayan ini didasari pula untuk mencukupi kebutuhan hidup yang tinggi, sehingga tidak mengurungi niat untuk mencari nafkah dilaut meski resiko tinggi di kala musim angin utara.
            Masyarakat kecamatan Rangsang Barat hampir 30 persen lebih menggantungkan hidup dari hasil melaut, mereka para nelayan rangsang barat memilih pekerjaan itu disebabkan tidak adanya peluang kerja yang lain. Keterbatasan lapangan pekerjaan itulah asal mu asal banyaknya masyarakat Rangsang Barat yang lebih memilih berpropesi sebagai nelayan. Selain itu hasil dari melaut lumayan dapat menutupi kebutuhan sehari hari meski dengan kesederhanaan.
            Rudi salah satu nelayan jaring gumbang, menceritakan saat ini kondisi di laut masih belum tenang, ombak masih tinggi dengan deruan angin yang kencang, sesekali kapal jaring mereka oleng kuat dan harus berpegang kuat serta ekstra hati hati dalam menjaring. “ sangat sulit kondisi menjaring saat ini, laut yang tidak tenang membuat kami harus hati hati dan turut mempengaruhi hasil tangkapan kami “ ujar Rudi
            Dikatakannya, rekan rekan nelayan lainnya tetap juga melaut, seperti biasa rekannya juga turut mengalami kondisi yang sama, namun kembali dengan perhitungan kebutuhan hidup sehari hari para nelayan tetap melaut dengan apapun resikonya.
            Tetap melautnya para nelayan di Rangsang Barat diakui dan dibenarkan oleh Camat Rangsang Barat Agustian SIp kepada Rakyat Riau Selasa (3/1) kemarin. Di katakan camat seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di rangsang barat sampai sejauh ini tidak mengurungi niatnya untuk tetap melaut. “ Walaupun ombak dikala musin angin utara ini tinggi di perairan selat melaka, nelayan Rangsang Barat sampai hari ini tetap melaut. Saya melihat kegigihan nelayan tetap melaut didasari untuk mecukupi kebutuhan keluarganya, jika mereka tidak melaut tidak ada kerja sampingan lainnya yang dapat mencukupi kebutuhan sehari hari” tutur camat. (don)

Selasa, 10 Januari 2012

Berita Selasa 10 Januari 2012





Bupati Meranti Kembali Tegaskan Pencabutan SK 327 Kewenangan Menhut


# Tertuang Dalam Surat Balasan Bupati ke Menhut


MERANTI (Rakyat Riau) - Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi kembali menegaskan, bahwa pencabutan Surat Keputusan (SK) Nomor 327 Tahun 2009 terkait konsesi HTI di Blok Pulau Padang adalah merupakan kewenangan Menteri Kehutanan.

Hal itu tertuang dalam Surat Bupati Kepulauan Meranti Nomor 522.2/HUT-BUN/01/2012/009 tertanggal 10 Januari 2012 yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan di Jakarta.

"Dalam surat balasan tertanggal hari ini (10 Januari 2012, red) yang kita sampaikan kepada menteri kehutanan, bahwa kita tetap berpedoman kepada SK Menhut No. 39/Menhut-II/2008 tanggal 24 Juni 2008 bahwa, pencabutan SK perizinan tidak ditemukan ketentuan/persyaratan harus mendapat rekomendasi dari Bupati," tegas Bupati.

"Kita berharap pro kontra warga terhadap operasional HTI PT. RAPP di Pulau Padang cepat selesai. Kami berharap kepada semua pihak agar lebih arif dan bijaksana melihat persoaloan ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memperkeruh persoalan, dan membuat persoalan ini semakin meluas dan tidak jelas," ujar Bupati.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.39/Menhut-II/2008 tertanggal 24 Juni 2008, ditegaskan Bupati bahwa hal itu bukan kewenangannya.

"Dan bahkan tidak diatur sepatahpun bahwa pencabutan perizinan harus mendapat rekomendasi dari kepala daerah. Makanya kita heran kenapa sampai keluar redaksional dari surat sekjend Kemenhut yang meminta rekomendasi Bupati Kepulauan Meranti atas pencabutan izin PT, RAPP di Blok Pulau Padang ini," ujar Bupati.

Mohon Beri Pemahaman yang Utuh
Sementara itu Bupati Kepulauan Meranti melalui juru bicara Pemkab Kepulauan Meranti H Yulizar S.Sos M.Si menambahkan, bahwa persoalan Pulau Padang ini harus dipahamai secara menyeluruh dan utuh.

"Masyarakat harus diberi pemahaman yang utuh atas persoalan ini, jangan sampai setengah-setengah. Masyarakat harus diberi pemahaman sampai sejauh mana kewenangan Bupati untuk menyelesaikan masalah ini, dan upaya-upaya apa saja yang sudah dilakukan Bupati Kepulauan Meranti agar masalah Pulau padang ini cepat selesai," harap Yulizar.

Bahkan, lanjut Yulizar kepada warga yang melakukan aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi secara santun sesuai dengan etika orang Melayu.

"Silahkan saja menyampaikan aspirasi, karena itu hak warga negara dan diatur dalam undang-undang. Tetapi bahasa yang disampaikan tetap harus santun dan tidak provokatif. Sehingga aspirasi yang diperjuangkan itu jelas dan tidak memiliki tendesi apapun dalam menyampaikan aspirasi," tutup Kabag Humas setdakab Kepulauan Meranti, H Yulizar.(don)






# Dari 233 Ribu Jiwa Penduduk


Wajib KTP Di Meranti 2012 di Prediksi 110 Ribu Jiwa


MERANTI ( Rakyat Riau) – Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini lebih kurang sebanyak 233 Ribu jiwa lebih, sementara akan diwajibkan memiliki KTP diprediksi sebanyak 110 Ribu Jiwa. Jumlah itu ditentukan untuk tahun 2012 ini berdasarkan survei data yang diperoleh Dinas Capilduk Meranti

Seiring pula dengan program penerapan e-KTP, Dinas Catatan Sipil dan kependudukan Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat kabupaten kepulauan meranti. disdukcapil juga telah menyebarkan 54 ribu sekian KK kepada masyarakat.

Kepala Dinas Capilduk Meranti Drs Defril Msi beberapawaktu lalu menyebutkan bahwa persiapan pihaknya untuk menyelesaikan e-KTP pada Februari 2012 mendatang tidak muluk muluk, pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin dalam mencari data dan mensosialisasikan ke masyrakat meranti

“ ya kita tetap optimis akan dapat menyelesaikan penereapan E-KTP di kabupaten meranti dengan waktu yang telah ditetapkan, saat ini kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada operator E-KTP telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, untuk sejauh ini persiapan cukup berjalan lancar” ujar Defril

Dilanjutkanya, pihak kita telah menyebarkan sebanyak 54 ribu Kartu Keluarga (KK) ke tujuh Kecamatan yang ada, dari jumlah penduduk sementara Meranti sebanyak 233 Ribu jiwa, namun untuk yang di wajibkan memiliki KTP hanya 110 Ribu jiwa. Jumlah wajib KTP ditetapkan berdasarkan batasan umur layak wajib KTP,tutupnya.(don)